Guru Ajak “Bercinta” Lewat Facebook

Deretan kejahatan di dunia maya lewat jejaring sosial terus bermunculan. Kali ini kejahatan lewat Facebook, soal pemerkosaan yang dilakukan oleh guru matematika di Amerika.

Sedangkan di Indonesia sendiri laporan ke kepolisian soal kejahatan dengan menggunakan modus jejaring sosial Facebook mulai meningkat, seperti yang terjadi di Bantul, Jawa Tengah. Daftar orang hilang karena Facebook semakin melonjak. Berhati hatilah sebelum hilang karena Facebook atau jejaring sosial lainnya….

Seorang guru di Sekolah Menengah Lake Forest dituduh melakukan perkosaan karena melakukan hubungan seksual dengan murid berusia 16 tahun. Joshua A. Bowman, guru tersebut, juga dituduh berusaha merayu murid berusia 15 tahun melalui laman jejaring sosial Facebook.

Laman Delaware Online melaporkan bahwa Bowman telah menyerahkan diri kepada polisi, Sabtu, 20 Maret 2010 lalu. Dia dikenai dua pasal terkait pemerkosaan derajat keempat, yaitu membahayakan kesejahteraan anak-anak dan memaksakan hubungan seksual kepada anak-anak. Pengawas Sekolah Lake Forest, Dan Curry mengatakan Bowman telah diskors sambil menunggu hasil penyelidikan. “Kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut karena itu merupakan masalah pribadi,” ujar Curry. Kepolisian mengatakan bahwa kasus ini berawal ketika seorang murid perempuan di Sekolah Menengah Milford melaporkan bahwa Bowman menghubungi dia lewat Facebook.      BERITA TERKAIT

Murid berusia 15 tahun itu mengatakan bahwa mereka saling tukar nomor telepon dan mengirimkan pesan singkat hingga awal Maret lalu. Murid ini kemudian merasa terganggu ketika Bowman memaksa dia untuk melakukan hubungan seksual. Dia mengatakan bahwa dia telah memutus segala komunikasi dengan Bowman. Bowman sendiri mengakui bahwa dia telah melakukan hal tersebut. Guru matematika ini juga mengungkapkan bahwa dia telah berhubungan seksual dengan murid lain. “Murid berusia 16 tahun itu menghubungi saya lewat Facebook, kami berhubungan seksual di rumah dia, pada libur Thanksgiving tahun lalu,” kata Bowman kepada polisi. Setelah menyerahkan diri, Bowman dibebaskan dengan membayar uang jaminan sebesar US$ 10 ribu. Dia juga diperintahkan untuk tidak mengontak siswa-siswa yang terlibat dan siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun.

BERITA TERKAIT

ABG Hilang Setelah Berkenalan Lewat Facebook

Kepolisian Resort (Polres) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mewaspdai adanya modus penjualan orang melalu situs jejaring facebook yang saat ini sedang merebak ditengah masyarakat. Tak hanya itu Polres Bantul juga mewaspadai adanya penjualan gadis untuk kegiatan prostitusi yang saat telah dibongkar oleh petugas aparat kepolisian.
“Kami mewaspadai kejahatan didunia maya itu, karena sedang marak terjadi diberbagai kota di Indonesia,” kata Kapolres Bantul, DIY, AKBP Stepen Napiun, SIK, 15 Februari 2010
Kejadian dilarikaannya seorang wanita asal Bantul yang diketahui namanya Tri Nurhayati (20) warga Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul dapat menjadi indikasi adanya dugaan tindak trafficking oleh seseorang meski itu butuh penyelidikan lebih lanjut.
“Kami sejauh ini belum memastikan apakah korban yang hilang itu dijual melalui facebook atau pergi dengan pacarnya atau menghinap ke rumah saudaranya,” ujarnya
Pihaknya kata Stephen masih melakukan penyelidikan dengan melibatkan Reskrim Polres Kulonprogo karena ada informasi bahwa Tri Nurhayati yang hilang dan santer diberitakan dibawa kabur teman facebooknya berada di rumah saudaranya di Brosot, Kabupaten Kulonprogo.

“Indikasi penculikan belum ada karena madus penculikan biasanya pelaku minta tebusan kepada keluarganya, namun hingga saat ini tidak ada keterangan dari keluarga ada pihak yang minta tebusan,” tuturnya.
Untuk melakukan antisipasi, kata Stephen pihaknya saat ini mengalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang nilai positif dan nilai negatif facebook khususnya kepada masyarakat pedesaan.
“Facebook dan teknologi bukan hal jelek namun kalau tidak diantisipasi ada efek negatifnya. Melalui kamtimas, melalui berbagai acara kita mengalakkan sosialisasi apa nilai lebih, apa nilai negatif  facebook agar warga tidak menjadi korban,” tandasnya

Tri Nurhayati (20) atau lebih akrab dipanggil dengan Nung, dilaporkan oleh keluarganya tidak pulang ke rumah sejak hari Selasa (9/12) minggu yang lalu. Laporan kepada aparat sendiri baru dilakukan pada hari Rabu (10/2). Hingga saat ini keluarga juga menyatakan anaknya yang bekerja di sebuah warnet di Bantul, DIY ini juga beluim pulang ke rumah.
“Anak saya belum pulang hingga saat ini,” kata Budiharjo orangtua Tri Nurhayati
Saudara korban, Sumaryanto menambahkan, kontak terakhir dengan korban terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB via SMS. “Sore hari korban sempat SMS mau pulang sebentar lagi,” katanya.
Karena tidak kunjung pulang, katanya, pihak keluarga SMS lagi dan menanyakan sedang dimana. “Katanya lagi di tempat wisata bersama teman dan baru pukul 20.00 WIB akan pulang,” kata Yanto.
Namun ternyata SMS tersebut merupakan komunikasi terakhir dan sejak malam itu hand phone korban tidak bisa dihubungi sampai sekranga. “Kita juga tidak tahu, yang dimaksud pergi bersama teman itu teman yang mana karena semua teman Nunu juga tidak ada yang mengetahuinya,” kata Sumaryanto.

sumber : Viva

Iklan

Satu Tanggapan

  1. mari kita ngentot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: