Facebooker di Usir dari Pulau Bali

Umat Hindu Bali Sesalkan Komentar Kotor lewat Facebook
DENPASAR – Salah satu pengguna jejaring sosial Facebooker, Ibnu Rachal Farhansyah, akhirnya di usir dari Pulau Bali. Seperti diketahui, Ibnu, Facebooker ini telah dianggap menghina umat Hindu di Bali saat Hari Raya Nyepi kemarin. Karena di dalam profile Facebooknya, telah menulis sebuah kalimat yang menyinggung perasaan umat Hindu.
Warga Bali pun tidak terima atas ungkapan Ibnu Rachal Farhansyah, nama pemilik akun di Facebook tersebut. Kelompok masyakarat yang menamakan diri Aliansi Hindu Muda Indonesia berunjuk rasa di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama Bali di Jalan Letda Tantular, Denpasar.
Mereka membawa spanduk bertulisan “Hindu sudah lelah dengan diskriminasi, bom Bali 1 & 2, UU Pornografi, hingga penghinaan Facebook. Apa lagi?”. Mereka juga membawa poster yang berisi ungkapan, antara lain, “Usir Ibnu dari Bali, Hormati Perbedaan yang Ada, Hindu Cinta Damai, dan Nyepi Bermanfaat untuk Dunia”. Selain itu, ada karangan bunga yang juga bertulisan “Usir Ibnu dari Bali”.
Kemudian mereka melakukan orasi. Salah seorang orator perempuan Suartini tampil sambil meneteskan air mata. Menurut dia, selama ini Hindu diinjak-injak, masyarakat Bali diteror dengan aksi teroris. Hindu agama tertua, tapi diakui terakhir di Indonesia.
Saat ini Ibnu malah melecehkan Nyepi, sebuah agenda yang manfaatnya sudah diakui oleh dunia. Misalnya, mengurangi pencemaran lingkungan, menjadi ajang introspeksi diri, dan bermanfaat untuk mengurangi global warming. ”Apa maunya Ibnu, dia malah menghina, menghujat. Hindu cinta damai, kami tak akan anarkistis. Namun, hal seperti ini tak bisa didiamkan karena menginjak-injak kita,” sebutnya sambil terisak.
Korlap Demo I Gde Landep menyampaikan sikap Aliansi Hindu Muda Indonesia. Pertama, mengecam keras tindakan yang dilakukan Ibnu lantaran tergolong menistakan dan melecehkan hari suci Nyepi. Kedua, meminta aparat penegak hukum untuk segara mengusut Ibnu yang sudah meresahkan umat Hindu. Ketiga, Ibnu harus meminta maaf secara terbuka kepada seluruh umat Hindu. Dia juga mengimbau umat Hindu tak terprovokasi dan mengajak seluruh umat Hindu menjaga simbol-simbol suci Hindu.
Koordinator Aliansi Hindu Muda Indonesia Wayan Suantika mendesak polisi segera mengamankan Ibnu. Tujuannya, menghindarkan terjadinya aksi anarkistis oleh masyarakat yang tak tahan. “Kami juga mohon agar polisi mau memfasilitasi, mempertemukan kami dengan Ibnu,” imbuhnya.
Kakanwil Kemenag Bali IGK Suthayasa menyatakan siap menyalurkan aspirasi dan secepatnya mencari jalan keluar terbaik untuk masalah itu. “Kami sudah menjadwalkan pertemuan dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama, Red),” jelasnya.
sumber : Jawa Pos

Iklan

3 Tanggapan

  1. Bali pulau penuh kedamaian…
    Jangan pernah ada kekerasan di pulau ini…
    Bali Santi, Kerthaning Bumi..
    Semoga pikiran baik, datang dari segala penjuru.

  2. Bali = Pulau Cinta
    semua permasalahan hendaknya diselesaikan dengan cinta tanpa adanya kekerasan…
    Bali, Love, United
    Salam cinta dari Bali

  3. Nyepi dilecehkan orang lain kita ribut, padahal umat kita sendiri terlalu sering melecehkan agamanya sendiri, contohnya….. Kita harus kembali belajar agama yang benar. melakasanakannya secara benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: