Mantan Menteri Diduga Korupsi Sarung

Banyak Cara Melakukan Korupsi di Indonesia , Mulai dari Dana Penyelamatan Bank, kini lewat  sarung bisa dijadikan lahan korupsi

JAKARTA – Bertambah lagi daftar sangkaan yang dikenakan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kepada mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sapi impor dan mesin jahit pada program pengentasan fakir miskin Departemen Sosial (kini Kemensos) pada 2004-2006, dia dikenai sangkaan baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sarung di Depsos periode 2006-2008. Kasus dugaan korupsi pengadaan sarung tersebut ditingkatkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan sejak minggu lalu. ”Kasus itu memang sudah jadi penyidikan dengan tersangka BC (Bachtiar Chamsyah). Tersangka menjabat menteri sosial saat kasus tersebut terjadi. Karena itu, dia dikenai sangkaan baru,” tutur Juru Bicara KPK Johan Budi S.P. ketika dihubungi Jawa Pos kemarin (13/3). Dia mengungkapkan, tiga kasus yang menjerat Bachtiar digabung menjadi satu berkas. Alhasil, dalam satu berkas nanti terdapat tiga dakwaan. Sangkaan baru, lanjut Johan, diperoleh dari hasil pengembangan penyelidikan kasus sebelumnya, yakni pengadaan sapi impor dan mesin jahit. Soal kerugian negara terkait dugaan korupsi dalam pengadaan sarung tersebut, dia menyatakan KPK belum bisa mengakumulasi dan merinci secara pasti. ”Masih kami hitung,” tuturnya. Selain itu, kata dia, KPK akan terus memeriksa sejumlah saksi. Sehari sebelumnya, KPK memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Ghazali Situmorang. Dalam pemeriksaan tersebut, dia dicecar sejumlah pertanyaan selama hampir lima jam. Namun, Ghazali tidak mau berbicara banyak setelah pemeriksaan. Ghazali hanya menuturkan bahwa dirinya dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan pengadaan sarung. Ditanya soal materi pemeriksaan, dia enggan menjawab. ”Kalau substansi, itu nanti saja. Tanya ke KPK sajalah,” ujarnya. Meski begitu, Ghazali sempat menuturkan, pengadaan sarung tersebut tidak melibatkan tim maupun pimpinan produksi (pimpro). Pengadaan itu merupakan tanggung jawab Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS). ”Nggak, nggak ada tim. Itu dana UKS. Jadi, itu ada di badan yang namanya UKS itu,” tegasnya. Menurut dia, hal tersebut sedikit berbeda dari kasus pengadaan sapi impor dan mesin jahit. Dalam dua pengadaan itu, yang menjadi pimpro adalah Amusdjaja Deswarta. Sebelumnya, KPK memang menetapkan Bachtiar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sapi impor asal Australia dan pengadaan mesin jahit. Dia diduga menunjuk rekanan langsung. Dia juga diduga menggelembungkan harga dalam proyek pengadaan sapi impor dan mesin jahit yang dimasukkan dalam program bantuan sosial untuk fakir miskin. Jika kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan sarung masih dihitung, KPK sudah mengalkulasi awal kerugian untuk pengadaan mesin jahit dan sapi impor. Untuk pengadaan mesin jahit, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 24 miliar. Kasus pengadaan sapi impor diperkirakan merugikan negara Rp 3,6 miliar. Atas perbuatan tersebut, Bachtiar dijerat pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 dan atau pasal 11 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP. Menanggapi dakwaan baru atas dirinya, Bachtiar lewat kuasa hukumnya, Fauzi Hasibuan, menyatakan tidak ambil pusing. Fauzi menuturkan, pihaknya memilih menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi oleh KPK. ”Pokoknya, kami wait and see saja. Kita lihat saja perkembangan dari KPK,” ungkap Fauzi ketika dihubungi kemarin. Kalangan internal DPP PPP juga seakan hanya pasrah atas munculnya tambahan sangkaan terhadap ketua MPP (majelis pertimbangan partai) partai berlambang Kakbah tersebut. ”Kami ini institusi politik. Tidak bisa melakukan intervensi hukum. Tapi, hanya bisa memberikan bantuan hukum terhadap kader kami,” jelas Wakil Sekjen DPP PPP Taufiqul Hadi tadi malam. Apakah PPP melihat persoalan yang menimpa Bachtiar itu tak murni sebagai masalah hukum? ”Kami tidak memiliki pretensi untuk mengaitkan dengan persoalan lainnya,” katanya

sumber : jawa pos

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: